Warta Bappeda Kota Kupang

article thumbnailKota Kupang (10/07/2014). Walikota Kupang, Jonas Salean, SH., M.Si pada Jumat (11/7) meresmikan Gedung Penanganan Obsetetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) atau Basic Emergency Obstetric Neonatal Care(BEONC) milik Puskesmas Sikumana. Turut hadir pada peresmian tersebut, Wakil Walikota dr....
article thumbnailMama Anarchi Paerikas (59 tahun) adalah dukun terlatih yang sejak tahun 1995 sudah mulai menolong ibu-ibu melahirkan di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang.  Walaupun saat itu Mama Anarchi belum mendapat pelatihan, tetapi ia sudah mulai menolong ibu melahirkan.  Dalam satu tahun saya...

Rubrik Bappeda Kota Kupang

article thumbnailJakarta, GATRAnews - Tingkat kematian ibu saat melahirkan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tinggi membuat Lola Amaria tergerak membuat film Inerie(Mama Cantik). Film berdurasi 72 menit ini adalah sebuah dokumenter dengan sentuhan fiksi di sebuah desa di Flores bernama Tololela. Lola bertindak...
Tidak perlu berpanjang lebar memperkenalkan Kapten William Bligh. Namanya menjadi terkenal sejak ia diusir dari kapal Bounty, menyusul pemberontakan yang dilakukan awak kapalnya pada April 1789. Menggunakan kapal barkas terbuka berukuran 23 kaki (7 meter), Bligh berlayar ke arah barat melintasi...

Dalam upaya mendukung suksesnya Program Pemberdayaan Lokal Pemerintah Provinsi berbasis Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan, Pemerintah Kota Kupang terus mengembangkan Program Anggur merah di Tahun 2012 hal ini terukur dengan penyiapan data profil kelurahan yang secara teknis masuk dalam kriteria Program Anggur Merah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dengan pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi angka kemiskinan dan menciptakan calon wirausahawan baru di Kota Kupang. 

 
Anggur Merah Kota Kupang
Pada Bulan Januari lalu, telah dipilih 6 kelurahan baru yang akan didampingi oleh 6 PKM Anggur merah diantaranya adalah kelurahan Alak, Kelurahan Fatubesi, Kelurahan Belo, Kelurahan Naikoten I, Kelurahan Lasiana, dan Kelurahan Liliba. Pendamping (fasilitator) di setiap desa/kelurahan tersebut direkrut melalui seleksi dan dibekali dengan pelatihan di tingkat provinsi, tentunya bertujuan untuk peningkatan Kapasitas PKM Anggur Merah, pembekalan tersebut dengan melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat Lokal. 
 
Saat ini PKM telah mulai bekerja di 6 Kelurahan untuk proses pendampingan. Proses awal dimulai dengan pembentukan kelompok masyarakat, analisa potensi kelurahan, dan penyusunan proposal kelompok. Pemprov memberikan dukungan anggaran sebesar Rp. 250 juta untuk masing-masing Kelurahan sesuai dengan plotting anggaran pada APBD Provinsi.
 
Kriteria utama penerima program ini adalah kelurahan yang memiliki prosentase rumah tangga miskin tertinggi, namun kriteria lain yang tak kalah pentingnya adalah ketersediaan sumber daya atau potensi wilayah untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ekonomi produktif.
 
Dalam pelaksanaan Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah, Kota Kupang tetap mengacu pada Peraturan Gubernur NTT Nomor 33 Tahun 2010 tentang Pedoman Pembangunan Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah Provinsi NTT Tahun 2011-2013.  
 
Dengan bertambahnya 6 (enam) Kelurahan baru ini, ditambah dengan 4 (empat) kelurahan di tahun 2011 terdahulu, maka Kota Kupang saat ini memiliki 10 Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) pada setiap Kelurahan penerima bantuan Program Mandiri Anggur Merah. Tugas dan fungsi PKM antara lain pembentukan kelompok usaha ekonomi produktif  masyarakat, Identifikasi jenis usaha ekonomi produktif, pendampingan dan bimbingan kepada kelompok, penataan administrasi dan pelaporan dan dokumentasi
Adapun hasil perkembangan  pelaksanaan program Desa/Kelurahan mandiri Anggur Merah  di Kota Kupang pada tahun 2011yang lalu adalah sebagai berikut :
 
Kelurahan Bakunase 
Pelaksanaan program desa/kelurahan Mandiri Anggur Merah di Kelurahan Bakunase sampai dengan September 2011 telah mencairkan dana sebesar Rp 145.302.000 atau 58,12 % dari total dana sebesar Rp 250.000.000,-. Sisa Rp 104.698.000,- dalam proses pembuatan proposal. Dari total dana Rp 145.302.000 terdistribusi dalam 2 kelompok usaha budidaya ikan air tawar .
 
Kelurahan Naioni 
Untuk Kelurahan Naioni sampai dengan September 2011 dari total  dana sebesar Rp 250.000.000,- telah realisasi semuanya sebesar RP. 250.000.000,- atau 100 % yang terdistribusi 10 Kelompok yang terdiri dari : 
  • Untuk penggemukan ternak sapi sebanyak 8 kelompok
  • Untuk penggemukan ternak babi sebanyak 2 kelompok. 
 
Kelurahan Fatukoa 
Untuk kelurahan Fatukoa sampai dengan sptember 2011, realisasi pencairan dana Anggur Merah sebesar Rp. 77.500.000,- atau  31 % dari Total Dana sebear Rp. 250.000.000,- Dana yang terrealasir sebagamana tersebut diatas, terdistribusi dalam 3 kelompok yang terdiri dari :
  • Untuk ternak sapi sebanyak 1 kelompok
  • Untuk ternak babi sebanyak 2 kelompok. 
Sesuai informasi yang diperoleh dari Pendamping kelompok masyarakat di kelurahan Fatukoa, bahwa sisa dana yang belum terealisir telah diajukan proposalnya untuk diverifikasi oleh tim Propinsi. 
 
Kelurahan Oesapa Barat
Sedangkan pelaksanaan program desa/Kelurahan mandiri Anggur Merah di kelurahan Oesapa barat berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Pndamping Kelompok Masyarakat,  sampai dengan keaaan Septemberr 2011 terinformasi bahwa dari total dana sebesar Rp. 250.000.000,- telah realisasi sebesar Rp 249,000,000.,- atau 99,6 % 
Dari Total dana yang terealisir tersebut terdistribusi pada 20 kelompok usaha  yang terdiri dari :

- Usaha Garam  sebanyak : 7 Kelompok
- Usaha Kios : 4 Kelompok
- Usaha Ikan : 3 Kelompok
- Usaha ayam potong : 3 Kelompok
- Usaha Meubeler : 1 Kelompok
- Usaha Bengkel  : 1 Kelompok
- Usaha sayur : 1 Kelompok
 
Pelaksanaan Program Desa Kelurahan Anggur Merah di Kota  Kupang Sampai dengan saat ini telah terealisir  sebesar Rp 718,443,500,- yang terdisribusi pada 35 kelompok  usaha,  atau 71,84% dari total dana Rp. 1.000.000.000,- yang diperuntukkan pada 4 kelurahan di 4 Kecamatan.  
 
Tentunya kita berharap Program serupa juga menjadi catatan untuk terus dikembangkan kedepan. Harapan kita dengan semakin banyaknya program lokal berbasis pemberdayaan masyarakat, akan mengarah pada peningkatan penghasilan masyarakat lokal, pastinya akan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT pada umumnya dan khususnya masyarakat Kota Kupang

Bukan Facebooker..?? Tulis Komentar anda disini


Security code
Refresh