Setelah Indonesia merdeka melalui Surat Keputusan Gubernemen tertanggal 6 Februari 1946 Kota Kupang diserahkan kepada Swapraja Kupang, yang kemudian dialihkan lagi statusnya pada tanggal 21 Oktober 1946 dengan bentuk Timor Elland Federate atau Dewan Raja-raja  Timor  dengan Ketua H. A. A. Koroh, yang juga sebagai Raja Amarasi.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Swapraja Kupang Nomor 3 Tahun 1946 tertanggal 31 Mei 1946 dibentuk Road sementara Kupang dengan 30 anggota dewan.  Selanjutnya pada tahun 1949  Kota Kupang memperoleh status Haminte dengan Walikota pertama Th. J. Mesakh.  Pada tahun 1955 ketika menjelang Pemilu, dengan Surat Keputusan Mendagri Nomor PUD.5/16/46 tertanggal 22 Oktober 1955 Kota Kupang disamakan statusnya dengan wilayah kecamatan.   Pada tahun 1958 dengan UU Nomor 64 Tahun 1958 Propinsi Sunda Kecil dihapus dan dibentuk tiga daerah swatantra, yaitu Daerah Swatantra Tingkat I Bali,  Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Barat,  dan Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur.   Pada tahun 1958 ditetapkan UU Nomor 69 tahun 1958 tentang pembentukan daerah-daerah tingkat II (kabupaten) yang antara lain Kabupaten Kupang.   Dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 17 tahun 1969 tanggal 12 Mei 1969 dibentuk sebuah wilayah kecamatan yakni Kecamatan Kota Kupang.
 
Kecamatan Kota Kupang mengalami perkembangan yang pesat dari tahun ke tahun.  Pada tahun 1978 status Kecamatan Kota Kupang ditingkat menjadi Kota Administratif Kupang yang berdasarkan PP Nomor 22 tahun 1978, yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 18 September  1978.  Pada waktu itu Drs Mesakh Amalo dilantik menjadi Walikota Administratif yang pertama, dan kemudian digantikan oleh Letkol Inf. S. K. Lerik pada tanggal 26 Mei 1986 sampai dengan perubahan status menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang.
 
Perkembangan Kota Administratif Kupang sangat pesat selama kurang lebih 18 tahun, baik di bidang fisik maupun non fisik.
 
Kedudukan Kota Administratif Kupang sebagai ibukota Propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan Pusat pengembangan wilayah Nusa Tenggara Timur.  Untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan masyarakat, maka rakyat dan pemerintah  Kota Administratif Kupang mengusulkan Kota Administratif menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang, dan ternyata disetujui oleh DPR dengan disyahkannya RUU Nomor 5 Tahun 1996 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang menjadi UU pada tanggal 20 Maret 1996.
 
Kemudian UU ini ditetapkan oleh Presiden RI menjadi UU Nomor 5 tahun 1996 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang yang tertuang dalam Lembaran Negara RI Nomor 3632 tahun 1996.
 
Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang diresmikan oleh Mendagri RI,  Moh. Yogi SM pada tanggal 25 April 1996, dan sekaligus melantik Letkol Inf.  S. K. Lerik menjadi pejabat Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Kupang selama satu tahun.
 
(Kota Kupang Dalam Angka – Katalog BPS )
 

Bukan Facebooker..?? Tulis Komentar anda disini


Security code
Refresh