×

Warning

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading library: joomla, Library not found

Jakarta, GATRAnews - Tingkat kematian ibu saat melahirkan di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tinggi membuat Lola Amaria tergerak membuat film Inerie(Mama Cantik). Film berdurasi 72 menit ini adalah sebuah dokumenter dengan sentuhan fiksi di sebuah desa di Flores bernama Tololela. Lola bertindak sebagai produser di film Inerie. Ia mengaku perlu riset cukup lama untuk menggarap film yang didukung oleh Pemerintah Australia ini melalui porgram Kemitraan Indonesia-Australia untuk Kesehatan Ibu dan Bayi.

"Riset dari bulan Oktober 2013 sampai Januari 2014, kita keliling mencari bahan di Flores. Dan akhirnya ketemu lah Desa Tololela yang eksotis sesuai dengan apa yang mau kita angkat," ujarnya di Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Jakarta Selatan, Selasa (24/6).

Salah satu materi riset adalah keenggan warga Flores melahirkan di Puskesmas atau rumah sakit dan lebih memilih dukun kampung. Selain itu, tim kecil yang dikomadoi langsung Lola untuk mencari tempat sesuai dengan cerita.

Dari sekian puluh tempat di Flores yang masuk riset Inerie, Lola "jatuh cinta pada pandangan pertama" dengan Desa Tololela. Perjuangan masuk ke desa di Gunung Inerie ini cukup berat dan harus mendaki selama kurang lebih satu jam.

"Desa ini harus ditempuh dengan mendaki satu jam, mobil dan lainnya nggak masuk. Syukurlah semua terbayar dengan keindahan Tololela dan masyarakatnya sangat ramah serta welcome banget," ujar Lola kepada awak media.

Tak hanya mengangkat cerita dibalik tingginya angkat kematian ibu melahirkan, lewat Inerie, Lola kembali mengangkat eksotisme Indonesia bagian Timur. Mulai dari adat istiadat, kain ikat Flores hingga kuliner lokal.

 

"Tidak hanya berbicara soal kematian ibu saat melahirkan, tapi di Inerie semuanya melebur menjadi satu. Harapannya jelas, bisa menekan angka kematian ibu di NTT, melalui film kesadaran tentang keselamatan kelahiran ibu dan bayi," ucap Lola.

Film Inerie berdurasi 72 menit dengan format gabungan antara dokumenter dengan fiksi. Film ini bercerita perjuangan Bello, saudara kembar Bella, untuk mendidik warga di Tololela agar melahirkan di puskesmas dan rumah sakit.

Salah satu yang diperjuangkan Bello adalah saudaranya Maria Bella yang sedang hamil tua, diperankan Maryam Supraba. Potret Bella tersebut merupakan cerminan warga Flores yang masih enggan melahirkan di Puskesmas atau rumah sakit dan lebih memilih dukun kampung.

Sumber : http://www.gatra.com/
Penulis : Abdul Rozak
Editor : Edward Luhukay