×

Warning

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading library: joomla, Library not found

Error loading library: joomla, Library not found

Salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat adalah pendidikan. Pendidikan memegang peranan dalam peningkatan kualitas hidup seseorang selain itu salah satu Indikasi tingkat pendidikan juga menunjukan kualitas Sumber Daya Manusia. Secara harafiah pendidikan merupakan upaya sadar seseorang untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan memperluas wawasan. Pada Dasarnya pendidikan yang diupayakan merupakan tanggungjawab bersama antar Pemerintah dan Masyarakat termasuk dalam komunitas paling kecil yaitu keluarga.
Salah satu upaya pemerataan kesempatan pendidikan adalah melalui penyediaan sarana dan prasarana seperti gedung sekolah dan penambahan tenaga pengajar. Output yang diharapkan dengan tersedianya  sarana prasarana pendidikan yang memadai adalah peningkatan kualitas SDM.
Beberapa indikator yang dapat menggambarkan kualitasi pendidikan adalah Angka melek Huruf dan Buta Huruf, Angka Partisipasi Murni, Rasio Murid Guru dan Rasio Murid Sekolah. Berikut gambaran indikator-indikator tersebut sampai dengan tahun 2014.

 

 


a.    Angka Melek Huruf dan Buta Huruf

Syarat seseorang dapat menerima pesan tertulis adalah kemampuan baca tulis. Kemampuan ini harus dimiliki oleh seluruh penduduk agar dapat mengembangkan dirinya secara optimal. Oleh karena itu melalui program pembangunan di bidang pendidikan, pemerintahan harus berusaha untuk meningkatkan tingkat kemampuan pendudukanya dalam hal baca tulis. Pada Tahun 2013 angka melek huruf Kota Kupang sebesar 98,62%. Hal ini menunjukan bahwa 98,62% penduduk Kota Kupang yang berumur 10 tahun ke atas dapat membaca dan menulis baik huruf latin maupun huruf lainnya.

 
b.    Angka Partisipasi Murni (APM)

Angka Partisipasi Murni (APM) menggambarkan kesesuaian antara usia dan jenjang pendidikan yang sedang diduduki di suatu wilayah. APM SD adalah persentase Murid SD usia 7-12 tahun dibagi dengan penduduk usia 7-12 tahun pada wilayah tersebut, begitupun kelompok umur 13-15 untuk SLTP dan kelompok umur 16-18 untuk SLTA. APM mencapai titik tertinggi atau 100%  apabila seluruh penduduk usia sekolah mengecap pendidikan sesuai jenjang pendidikan. Dengan adanya anak usia 5-6 tahun sudah berada pada jenjang pendidikan SD akan berimbas pada jenjang pendidikan SLTA dan kelompok usia 17-18 tahun sudah berada pada jenjang pendidikan Perguruan Tinggi. Hal ini akan mengurangi APM yang ada karena kelompok umur 11-12 tahun seharusnya berada pada jenjang pendidikan SD tetapi sudah pada jenjang pendidikan SLTP. Kelompok umur 14-15 tahun seharusnya berada pada jenjang pendidikan SLTP namun sudah berada pada jenjang pendidikan SLTA, dan kelompok umur 17-18 tahun seharusnya berada pada jenjang pendidikan SLTA namun sudah berada pada jenjang pendidikan Perguruan Tinggi.


c.    Rata-rata Lama Sekolah

Angka rata-rata lama sekolah adalah rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk untuk menempuh semua jenis pendidikan formal yang pernah dijalani dari masuk sekolah dasar sampai dengan tingkat pendidikan terakhir berdasarkan rata-rata lama sekolah penduduk di Kota Kupang selama 2012-2013 terjadi peningkatan kualitas pendidikan yaitu dari 98,57 di Tahun 2012 menjadi 98,62 di Tahun 2013. Peningkatan rata-rata lama sekolah di Kota Kupang ini dapat dimaknai bahwa penduduk tingkat kesadaran akan arti pentingnya pendidikan dalam rangka peningkatan kualitas sumberdaya manusia.


d.    Jumlah Sekolah, Murid dan Guru

Ketersediaan Prasarana Pendidikan sampai Tahun 2014 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah (SD/MI) 128 Sekolah, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SLTP/MTs) 51 Sekolah dan Sekolah Menengah Umum/Sekolah Menengah Kejuruan (SMU/SMK) sebanyak 54 sekolah.